SMA Islam Terpadu AL BUSTHOMI NAHDLATUL WATHAN menugaskan Operator Sekolah dalam kegiatan yang berlangsung selama tiga hari di Aula Berkah ini mencerminkan komitmen tinggi dari para peserta yang merupakan ujung tombak administrasi sekolah di seluruh wilayah Kalimantan Tengah. Berikut adalah beberapa poin utama ulasan mengenai peserta kegiatan:
1. Antusiasme dan Kehadiran yang Solid
Para peserta, yang terdiri dari perwakilan operator dan pengelola data SMA se-Kalimantan Tengah, menunjukkan dedikasi yang luar biasa. Meski beberapa harus menempuh perjalanan jauh dari kabupaten pelosok, tingkat kehadiran tetap maksimal. Hal ini menunjukkan betapa krusialnya pemahaman mengenai tata kelola ijazah bagi setiap satuan pendidikan.
2. Fokus pada Akurasi dan Validitas Data
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta menunjukkan ketelitian yang tinggi dalam sesi verifikasi dan validasi data. Mengingat ijazah adalah dokumen negara yang sangat vital, para peserta aktif berkonsultasi mengenai teknis penulisan, penanganan kesalahan tulis, hingga sinkronisasi data Dapodik agar tidak ada kendala bagi lulusan tahun 2026 saat melanjutkan studi atau memasuki dunia kerja.
3. Adaptasi Terhadap Regulasi Terbaru
Peserta mampu beradaptasi dengan cepat terhadap regulasi atau aplikasi sistem penatausahaan ijazah terbaru yang diperkenalkan tahun ini. Diskusi interaktif yang terjadi menunjukkan bahwa para pengelola di lapangan memiliki kemauan kuat untuk beralih dari cara-cara konvensional menuju tata kelola yang lebih digital dan transparan.
4. Kolaborasi Antar-Wilayah
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang bimbingan teknis, tetapi juga sarana berbagi pengalaman (best practice) antarpeserta. Banyak peserta yang saling membantu dalam memecahkan kendala teknis yang sering ditemui di sekolah masing-masing, menciptakan atmosfer kerja sama yang positif di bawah koordinasi Dinas Pendidikan Provinsi.

Kesimpulan:
Peserta kegiatan Pengelolaan dan Penatausahaan Ijazah tahun 2026 telah menunjukkan profesionalisme yang baik. Dengan bekal teknis yang didapat selama tiga hari di Aula Berkah, diharapkan proses distribusi dan penulisan ijazah tahun pelajaran 2025/2026 di Provinsi Kalimantan Tengah dapat berjalan dengan minim kesalahan (zero error).